Pages

Sabtu, 17 November 2012

CONTOH SURAT PERINTAH KERJA SEDERHANA

SURAT PERINTAH KERJA
No. : …………………………...….


Yang bertanda tangan di bawah ini, Pihak Ke I
Nama                 : Tan Hui Kwang
Jabatan               : Direktur PT. …………………………...........
Alamat               : …………………………...........
  …………………………...........

Dengan ini, memberikan perintah kerja kepada Pihak Ke II

Nama                 : Drs. Wawan Sanwani
Jabatan               : Kuasa Direktur PT. Dinda Lestari Contractor
Alamat               : …………………………...........
  …………………………...........

Sebagai pihak penerima rekomendasi dan referensi dari pemegang fasilitas order a/n saudara
Moh Jafar sebagai penerima order dari Pihak Ke I.

Adapun aturan – aturannya adalah sebagai berikut :
I.              Harga Pekerjaan
1.    Cut and fill               Rp. 12.000 /m3
2.    Streping                    Rp. 7.000 / m3

II.           Volume pekerjaan diukur bersama / point survey.

III.        System pembayaran
1.    DP 30 % setelah alat berat bekerja dilokasi minimal 3 hari kerja.
2.    Pembayaran berikutnya diatur berdasarkan termyn / 2kali termyn

Demikian Surat Perintah Kerja ini, dibuat untuk dapat dilaksanakan dengan sebagai mana mestinya.

                                                                                                             Di buat di Jakarta
                                                                                                       Tanggal November 2012
                       Pihak Ke II                                                                       Pihak Ke I
        PT. Dinda Lestari Contractor                                           PT. ………………………



            ( Drs. Wawan Sanwani )                                                     ( Tan Hui Kwang )
                     Kuasa Direktur                                                                       Direktur

CONTOH SURAT KETERANGAN USAHA

-->
PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG
DESA DANGDEUR
KECAMATAN JAYANTI



        
        
SURAT KETERANGAN DOMISILI USAHA
Nomor : ……………………………………

Yang bertanda tangan dibawah ini Kepala Desa Dangdeur Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang, dengan ini menerangkan :

N a m a                             : J U M A R
Tempat/tgl. Lahir             : Tangerang, 11 Agustus 1969
Jenis Kelamin                   : Laki-laki
Kewarganegaraan            : Indonesia
A g a m a                          : Islam
Nomor KTP                     : 3603021108690005
A l a m a t                        : Kp. Garedog RT. 005 RW. 003 Ds. Dangdeur
                                           Kec. Jayanti Kab. Tangerang   

Bahwa nama tersebut diatas benar pada saat ini membuka/mempunyai usaha sebagaimana tersebut dibawah ini :

Nama Perusahaan             : J U M A R   L I M B A H
Jenis Usaha/Kelas            : Jual Beli Besi Tua ( Limbah Barang Bekas )
Alamat Perusahaan          : Kp. Garedog RT. 005 RW. 003 Ds. Dangdeur
                                           Kec. Jayanti Kab. Tangerang

Jumlah Karyawan            : 4 Orang

Diatas Tanah Lokasi        : SEWA


Demikianlah surat keterangan domisili usaha ini dibuat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.




Jayanti , 15 Juli 2012
Kepala Desa Dangdeur



( H. AGUS SUTARYO, S.E )

CONTOH KARTU UCAPAN DENGAN TEMA FACEBOOK


MAKALAH PENELITIAN PESTISIDA ALAMI DARI DAUN PEPAYA

-->
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Pepaya (Carica pepaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. pepaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "pepaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "kat├Ęs" dan dalam bahasa Sunda "gedang".
Tujuan penggunaan pestisida adalah untuk mengurangi populasi hama. Akan tetapi dalam kenyataannya, sebaliknya malahan sering meningkatkan populasi jasad pengganggu tanaman, sehingga tujuan penyelamatan kerusakan tidak tercapai. Hal ini sering terjadi, karena kurang pengetahuan dan perhitungan tentang dampak penggunaan pestisida. Ada beberapa penjelasan ilmiah yang dapat dikemukakan mengapa pestisida menjadi tidak efektif, dan malahan sebaliknya bisa meningkatkan perkembangan populasi jasad pengganggu tanaman.
Berkembangnya penggunaan pestisida sintesis yang dinilai praktis oleh para petani dan pecinta tanaman untuk mencegah tanamannya dari serangan hama, ternyata membawa dampak negatif yang cukup besar bagi manusia dan lingkungan. Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) tercatat bahwa di seluruh dunia terjadi keracunan pestisida antara 44.000 - 2.000.000 orang setiap tahunnya.
Dampak negatif dari penggunaan pestisida sintetis adalah meningkatnya daya tahan hama terhadap pestisida (resistansi hama itu sendiri), membengkaknya biaya perawatan akibat tingginya harga pestisida dan penggunaan yang kurang tepat dapat mengakibatkan keracunan bagi manusia dan ekosistem di lingkungan menjadi tidak stabil / tidak seimbang.
Cukup tingginya dampak negatif dari penggunaan pestisida sintetis, mendorong berbagai usaha untuk menekuni pemberdayaan / pemanfaatan pestisida alami sebagai alternatif pengganti pestisida sintesis. Salah satu pestisida alami yang dapat digunakan adalah ekstrak daun pepaya. Selain ramah lingkungan, pestisida alami merupakan pestisida yang relatif aman dalam penggunaannya dan ekonomis.
Untuk itu, penulis akan membahas mengenai pemanfaatan ekstrak daun pepaya (Carica pepaya) sebagai pestisida alami yang ramah lingkungan.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang yang telah dikemukakan maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.    Apa kandungan kimia pada daun pepaya?
2.    Bagaimana pembuatan pestisida alami dari daun pepaya?
3.    Apa manfaat ekstrak daun pepaya sebagai pestisida alami?

C.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulisan yang dapat penulis ambil dari rumusan masalah tersebut adalah :
1.    Untuk mengetahui kandungan kimia pada daun pepaya.
2.    Untuk mengetahui pembuatan pestisida dari daun pepaya.
3.    Untuk mengetahui manfaat ekstrak daun pepaya sebagai pestisida alami.

D.      Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan dari makalah ini adalah untuk menambah wawasan penulis khususnya dan pada umumnya mengenai pembuatan pestisida alami dari daun pepaya.

 
BAB II
LANDASAN TEORI
A.      Sejarah Tentang Tanaman Pepaya
Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexico dan Costa Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.
Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa Barat (Kabupaten Sukabumi), Jawa Timur (Kabupaten Malang), Yogyakarta (Sleman), Lampung Tengah, Sulawesi Selatan (Toraja), Sulawesi Utara (Manado).

B.       Jenis Tanaman Pepaya
1.    Pepaya Jantan
Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala, benang sari tersusun dengan sempurna.
2.    Pepaya Betina
Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. Bunga yang besar akan menjadi buah. Memiliki bakal buah yang sempurna, tetapi tidak mempunyai benang sari, biasanya terus berbunga sepanjang tahun.

3.    Pepaya Sempurna
Pepaya sempurna memiliki bunga yang sempurna susunannya, bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna, yaitu:
1)   Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat.
2)   Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong.
3)   Berbenang sari 2 - 10 dan bakal buah mengkerut.

C.      Manfaat Tanaman Pepaya
Setiap bagian dari tumbuhan pepaya memiliki khasiat. Bahkan, getah pepaya yang terdapat di seluruh bagian tanaman, mulai dari buah, daun, batang, sampai akarnya, bersifat antitumor dan kanker. Ini karena lebih dari 50 asam amino yang terdapat di dalamnya.
Buah pepaya memiliki kadar serat yang tinggi. Itu sebabnya saat mengalami sulit buang air besar, pepaya adalah buah yang pas untuk dikonsumsi. Tentu, khasiat pepaya tak hanya pada buahnya saja.
Buah, daun, dan akar pepaya memang dapat dimanfaatkan mencegah gangguan ginjal, sakit kantung kemih, tekanan darah tinggi dan gangguan haid. Sementara biji pepaya bermanfaat mengobati cacing gelang, gangguan pencernaan, masuk angin, dan diare.selain itu banyak lagi manfaat lainnya.
Selama ini getah pepaya yang terdapat pada daun memang lebih dimanfaatkan untuk pengempukan daging dengan cara membungkus daging mentah dengan daun tersebut selama beberapa jam dalam suhu kamar. Selain itu, daun pepaya dapat langsung digosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.

D.      Manfaat Daun Pepaya
Beberapa manfaat daun pepaya, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.    Mencegah Penyakit Kanker
Kanker merupakan penyakit yang sangat ganas dan mematikan, jika tidak dicegah mulai sekarang maka akan membahayakan jiwa. Di dalam daun pepaya sendiri memiliki kandungan getah putih yang begitu banyak seperti susu (white milky latex) yang dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Getahnya secara otomatis didapatkan pada saat anda mengkonsumsi daun pepaya, baik itu di masak atau dengan cara apapun.

2.    Menstabilkan Tekanan Darah
Daun pepaya juga sangat bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi. Karena daun pepaya memiliki fungsi sebagai pengontrol tekanan darah. Caranya cukup mudah, anda tinggal siapkan 5 lembar daun pepaya kemudian direbus atau dimasak dengan air setengah liter. Masak sampai airnya menyisakan 3/4. Biarkan sampai dingin kemudian diminum. Anda boleh mencampurnya dengan madu sebagai pelengkap atau pemanis.

3.    Menambah Nafsu Makan
Bila anda memiliki masalah dengan tubuh yang kurus yang disebabkan karena kurangnya nafsu makan, maka solusinya adalah daun pepaya. Karena didalam daun pepaya memiliki kandungan yang dapat menambah nafsu makan. Caranya daun pepaya dihaluskan dengan cara diblender yang sebelumnya sudah dicampur dengan garam dan air hangat secukupnya. Setelah itu disaring dengan menggunakan penyaringan lalu air sudah disaring tersebut siap untuk diminum.

4.    Menghilangkan Jerawat
Daun pepaya mempunyai khasiat sebagai solusi bagi mereka yang mempuyai jerawat yang membandel. Cara pembuatannya yaitu; petik 2-3 helai daun tua pepaya kemudian jemur sebentar sehingga daun tampak layu. Setelah itu daun yang sudah layu ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan diberi sedikit air (setengah sendok) dan oleskan pada bagian wajah yang terdapat jerawat sampai beberapa saat (sekiranya da neresap pada jerawat) setelah itu bilas dengan air bersih (jangan menggunakan pembersih wajah ataupun sabun untuk membersihkan ramuan tersebut dari wajah).

E.       Manfaat Akar Pepaya
Yang banyak dikenal dari manfaat akar pepaya adalah manfaatnya sebagai obat bagi penyakit ginjal, baik yang sudah terkena maupun untuk menghindari penyakit ginjal.
Selain itu manfaat akar pepaya dapat digunakan sebagai obat cacing dan untuk minuman penyegar.

F.       Vitamin Buah Pepaya
1.         Vitamin A dan C lebih tinggi dibanding buah lain
Buah pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral. Kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks & vitamin E.

2.         Enzim papain percepat proses pencernaan
Buah pepaya mengandung enzim papain. Enzim ini sangat aktif dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. Mencerna protein merupakan problem utama yang umumnya dihadapi banyak orang dalam pola makan sehari-hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam mencerba protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di lambung.

3.         Mampu mencerna Zat sebanyak 35 kali
Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah. Tapi jumlah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri. Daya cerna terhadap protein ini mengingatkan kita untuk lebih cermat memilih makanan, Bahwa makanan yang mengandung protein tinggi belum tenti bisa bermanfaat bagi tubuh. Yang penting adalah mudah atau tidaknya protein itu diserap tubuh.

4.         Menghambat pertumbuhan sel kanker
Papain bisa memecah protein menjadi arginin. Senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui makanan seperti telur dan ragi. Namun bila enzim papain terlibat dalam proses pencerbaan protein, secara alami sebagian protein dapat diubah menjadi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HSG), sebab arginin merupakan salah satu sarat wajib dalam pembentukan HGH. Nah, HGH inilah yang membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Informasi penting lain, uji laboratorium menunjukkan arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.
5.         Menyempurnakan pencernaan
Papain juga dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pencernaan yang tidak sempurna. Tekanan darah tinggi, susah buang air besar, radang sendi, epilepsi dan kencing manis merupakan penyakit-penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang tidak sempurna. Papain tidak selalu dapat mencegahnya, namun setidaknya dapat meminimalkan efek negatif yang muncul. Yang jelas papain dapat membantu mewujudkan proses pencenaan makanan yang lebih baik.

6.         Tingkatkan kekebalan tubuh
Papain berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun tubuh. Dengan cara ini sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan.

7.         Percepat pencernaan karbohidrat dan lemak
Pepaya juga dapat mempercepat pencernaan karbohidrat dan lemak. Enzim papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah dicerna. Tidak heran bila pepaya sering dijadikan bahan pengempuk daging, terutama untuk pembuatan sate atau masakan semur.

8.         Memiliki sifat antiseptic
Pepaya memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Pepaya membantu menormalkan pH usus sehingga keadaan flora usus pun menjadi normal.

9.         Bijinya baik untuk atasi masalah pencernaan
Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya. Malah, bagi mereka yang mengalami masalah pencernaan, disarankan untuk mengonsumsi buah pepaya beserta bijinya.
10.     Pepaya mengkal kandungan nutrisinya lebih tinggi, alat KB.
Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Karena efek yang satu ini, di berbagai negara, seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya digunakan sebagai alat kontrasepsi. Saran untuk wanita hamil, bila ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.

11.     Pelangsing Tubuh
Buah pepaya punya khasiat menguruskan tubuh. Dengan rajin mengkonsumsi pepaya muda dapat menghasilkan enzim dua kali lipat dari pepaya matang. Nah, enzim tersebut berperan sebagai pengurai lemak dalam tubuh kita. Enzim itu juga mengurai protein lebih baik serta melenyapkan daging berlebih.

12.     Mengencangkan Payudara
Pepaya di percaya oleh nenek moyang kita sejak dulu sebagai buah yang dapat mengencangkan payudara. Enzim di dalam buah pepaya dapat membantu pertumbuhan payudara sehingga lebih kencang dan kenyal. Pepaya juga diperkaya dengan hormone pengencang serta vitamin A yang merangsang pengeluaran hormon wanita dan merangsang indung telur mengeluarkan hormone betina. Dari hormon tersebut kelenjar susu akan lancar dan bentuk payudara semakin ideal.
13.     Awet Muda
Kadar vitamin C dalam pepaya adalah 48 kali lipatnya buah apel!!. Pepaya juga aktif sebagai detoksifikasi sehingga dapat menyegarkan kulit dari dalam. Pepaya juga dapat mendorong proses metabolisme kulit. Pepaya juga baik melumerkan lapisan kulit dan zat tanduk penuaan yang timbul dipori-pori sehingga kulit lebih kencang dan cerah. Jadi, mulai sekarang rajin-rajin saja pakai masker buah pepaya atau facial pepaya.

G.      Pestisida Daun Pepaya
Selama ini pengendalian terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dilakukan oleh petani dengan menggunakan pestisida kimia. Banyak petani awam yang menggunakan pestisida kimia secara berlebihan dengan anggapan hama akan lebih cepat mati jika diberikan pestisida dalam jumlah banyak. Hal ini menunjukkan kurangnya pengetahuan petani tentang pengendalian OPT yang tepat. Dampak dari penggunaan pestisida kimia ini antara lain hama menjadi kebal, peledakan hama baru, penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen, terbunuhnya musuh alami, pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia, dan kecelakaan bagi pengguna. Oleh karena itu perlu dicari cara pengendalian OPT yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengendalikan OPT adalah dengan penggunaan pestisida nabati yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan di lingkungan sekitar. Pestisida nabati dapat dimanfaatkan untuk memberantas organisme pengganggu tumbuhan berupa hama dan penyakit tumbuhan maupun gulma. Pestisida nabati merupakan hasil ekstraksi bagian tertentu dari tumbuhan baik dari daun, buah, biji atau akar.
Pestisida nabati mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas, dan bahan dasarnya pun relatif mudah didapat. Sehingga para petani diharapkan mampu mengaplikasikannya dan tidak bergantung lagi pada penggunaan pestisida kimiawi.
 
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.      Waktu dan Tempat
Pelaksanaan penelitian dimulai pada tanggal 1 sampai dengan 7 Oktober 2012. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Garedog

B.       Alat dan Bahan
Alat : 1. Ember                 Bahan : 1. Air
          2. Penumbuk                      2. Daun pepaya segar
          3. Sendok                           3. Detergent
          4. Saringan                         4. Minyak tanah
          5. Kain halus
          6. Penyemprot

C.      Metode Penelitian
Adapun metode penulisan yang digunakan oleh penulis adalah metode studi kepustakaan yang berarti mencari sumber-sumber yang relevan terhadap judul yang penulis angkat melalui buku-buku dan melalui internet.

D.      Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebas berupa macam ekstra daun pepaya(carica pepaya L. ).

E.       Sasaran Penelitian
Bebarapa sasaran yang dapat dikendalikan dengan aplikasi pestisida nabati dari daun pepaya :
1.    Berbagai jenis ulat
2.    Cendawan
3.    Mosaik virus
4.    Embun tepung
5.    Hama yang terdapat dalam tanah
6.    Trips dan kutu kebul
7.    Hama-hama pengisap


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.      Kandungan Kimia Daun Pepaya (Carica pepaya)
Daun pepaya (Carica pepaya) mengandung berbagai macam zat, antara lain : vitamin A 18250 SI , vitamin B1 0,15 mg, vitamin C 140 mg, kalori 79 kal, protein 8,0 gram, lemak 2 gram, hidrat Arang 11,9 gram, kalsium 353 mg, fosfor 63 mg, besi 0,8 mg, air 75,4 gram , papayotin, kautsyuk, karpain, karposit, Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”

B.       Cara Pembuatan Pestisida Alami dari Daun Pepaya (Carica pepaya)
Adapun langkah-langkah pembuatan pestisida alami dari daun pepaya, yaitu:
1.         Mengumpulkan kurang lebih 1 kg daun pepaya (sekitar 1 tas plastik besar/ 1 ember besar).
2.         Menumbuk daun pepaya hingga halus.
3.         Hasil tumbukan/rajangan direndam di dalam dalam 10 liter air kemudian ditambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gr detergen. Hasil campuran, didiamkan semalam.
4.         Menyaring larutan hasil perendaman dengan kain halus. Dan menyemprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.

C.      Manfaat Ekstrak Daun Pepaya (Carica pepaya) sebagai Pestisida Alami
Pestisida alami adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari alam seperti tumbuhan. Adapun beberapa keunggulan dari pestisida alami, antara lain:
·      Jenis pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan).
·      Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
·      Dapat membunuh hama/ penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb.
·      Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran ayam
·      Bahan yang digunakan pun tidak sulit untuk dijumpai bahkan tersedia bibit secara gratis (ekonomis).
·      Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. Untuk mengukur tingkat keefektifan dosis yang digunakan, dapat dilakukan eksperimen dan sesuai dengan pengalaman pengguna. Jika satu saat dosis yang digunakan tidak mempunyai pengaruh, dapat ditingkatkan hingga terlihat hasilnya. Karena penggunaan pestisida alami relatif aman dalam dosis tinggi sekali pun, maka sebanyak apapun yang diberikan tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati. Yang ada hanya kesalahan teknis, seperti tanaman yang menyukai media kering, karena terlalu sering disiram dan lembab, malah akan memacu munculnya jamur. Kuncinya adalah aplikasi dengan dosis yang diamati dengan perlakuan sesuai dengan karakteristik dan kondisi ideal tumbuh untuk tanamannya.
Pestisida alami merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan cepat. Pestisida alami harus menjadi bagian dari sistem pengendalian hama terpadu, dan hanya digunakan bila diperlukan (tidak digunakan jika tidak terdapat hama yang merusak tanaman). Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain: dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.

D.      Daun Pepaya Sebagai Pestisida Nabati
Daun pepaya(carica pepaya L.) yang telah di racik dan di tambah dengan beberapa bahan lainnya lalu di semprotkan pada tanaman yang berhama dapat menghilangkan hama tersebut sedikit demi sedikit, tergantung dosis dan lama penyemprotan.

BAB V
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat penulis ambil dari hasil dan pembahasan tersebut, antara lain:
1.    Daun pepaya (Carica pepaya) mengandung berbagai macam zat, antara lain : vitamin A 18250 SI , vitamin B1 0,15 mg, vitamin C 140 mg, kalori 79 kal, protein 8,0 gram, lemak 2 gram, hidrat Arang 11,9 gram, kalsium 353 mg, fosfor 63 mg, besi 0,8 mg, air 75,4 gram , papayotin, kautsyuk, karpain, karposit, Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”
2.    Adapun langkah-langkah pembuatan pestisida alami dari daun pepaya, yaitu: mengumpulkan kurang lebih 1 kg daun pepaya (sekitar 1 tas plastik besar/ 1 ember besar), menumbuk daun pepaya hingga halus, hasil tumbukan/rajangan direndam di dalam dalam 10 liter air kemudian ditambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gr detergen. Hasil campuran, didiamkan semalam, menyaring larutan hasil perendaman dengan kain halus. Dan menyemprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.
3.    Pestisida alami merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan cepat. Pestisida alami harus menjadi bagian dari sistem pengendalian hama terpadu, dan hanya digunakan bila diperlukan (tidak digunakan jika tidak terdapat hama yang merusak tanaman). Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain: dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.

B.       Saran- Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan, antara lain:
1.    Sebaiknya para petani dan pencinta tanaman menggunakan pestisida alami sebagai pengganti dari pestisida sintesis yang digunakan agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
2.    Jangan menggunakan pestisida alami jika tidak ada tanaman yang diserang oleh hama.